Sigli – Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sigli, menggelar demo solidaritas mengecam penyerangan sekretariat HMI Makassar oleh polisi beberapa waktu lalu. Dalam aksinya di Bundaran Kota Sigli, Selasa (9/3/2010), mereka mendesak Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, mencopot Kapolda Sulselbar dan Kapolwil Makassar.

Ketua HMI Cabang Sigli, Jailani, dalam orasinya mengecam tindakan refresif aparat kepolisian. Menurut Jailani, tindakan polisi menyerang kantor HMI melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Karenanya, Jailani mendesak Kapolri mencopot Kapolda Sulselbar dan Kapolwil Makassar.

“Apa yang dilakukan polisi menyerang sekretariat HMI Makassar merupakan aksi premanisme dan melanggar HAM,” tegas Jailani dalam orasi yang disampaikan secara bergiliran.

Sementara Mukhtar, aktivis HMI lainnya, meminta polisi bertanggung jawab dan mengganti semua kerusakan yang dialami wisma HMI. Kapolri, katanya, harus turun tangan menyelesaikan aksi premanisme anak buahnya, dan melakukan koordinasi dengan PB HMI Pusat.

Koordinator Aksi, Munawir, melalui Harian Aceh, mengatakan, sangat menyesalkan penyerangan markas HMI Cabang Makassar. Seharusnya, kata Munawir, polisi sebagai alat Negara dapat melindungi bangsa dan beserta hartanya, bukan sebaliknya malah melakukan penyerangan. “Tindakan polisi sama saja menginjak-injak simbol perjuangan mahasiswa. Apalagi sikap represif itu terjadi di era reformasi, yang seharusnya dijunjung tinggi,” cetusnya.

Aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut sempat memancing perhatian warga. Apalagi para mahasiswa membakar ban dan menggelar aksi teatrikal. Namun, tak sempat memacetkan lalu lintas. Menurut mereka, aksi mau dilanjutkan ke Mapolres Pidie, namun karena Kapolres sedang bertugas di luar, merekapun membubarkan diri dengan tertib pada pukul 12.00 siang, dan kembali ke kantornya.(muh)

(Harian Aceh)

KOMENTAR