Jakarta — Pemerintah Republik Indonesia (RI) melibatkan para blogger internasional yang fokus menulis soal wisata untuk mempromosikan destinasi pariwisata di Tanah Air, demikian disampaikan pejabat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Kita undang blogger-blogger internasional yang aktif untuk pengayaan konten mereka soal pariwisata di Indonesia,” kata Direktur Pencitraan Indonesia pada Kemenparekraf Esthy Reko Astuti di Jakarta, Rabu (31/10).

Para blogger aktif yang diundang ke Indonesia di antaranya berasal dari Singapura, Filipina, Kanada, Australia, Inggris, Amerika Serikat, Korea, dan beberapa negara di Eropa, serta dari Indonesia.

Sejumlah blogger dengan blog bertingkat kunjungan tinggi seperti Bohemian dan Travel Runway turut bergabung untuk melakukan kunjungan ke sejumlah destinasi favorit di Indonesia.

“Para blogger sekitar 12 blogger kita ajak mengunjungi lima destinasi, yakni Candi Borobudur, Yogyakarta, Tanjungputing, Komodo, dan Bali barat,” kata Esthy.

Sebagian besar blogger, kata Esthy, menyatakan kaget dengan keindahan Indonesia yang sebelumnya tidak pernah mereka kenal dengan baik.

“Mereka menilai kita masih kurang berpromosi padahal potensi wisata kita sangat besar,” katanya.

Selama dua pekan sejak pertengahan Oktober 2012, para blogger mengunjungi Indonesia dan diharapkan mereka mampu mempromosikan destinasi wisata di Indonesia.

Esthy berharap upaya itu mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan di Indonesia termasuk kunjungan ke website www.indonesia.travel.

Ia mengatakan, upaya itu dilakukan untuk merespon perkembangan zaman terkait semakin maraknya penggunaan internet untuk mempromosikan sesuatu termasuk destinasi wisata.

Menurut dia, internet kini menjadi salah satu wahana yang potensial untuk mempromosikan pariwisata di tanah air.

“Kita promosi tidak hanya menggunakan strategi konvensional, karena kita memandang potensi blogger sangat besar di era sosial media,” katanya.

Pihaknya sedang fokus untuk meningkatkan promosi wisata melalui jejaring sosial dan sosial media untuk menyasar segmen-segmen yang potensial.

Ia mengatakan, promosi wisata melalui sosial media dan jejaring sosial seperti twitter, facebook, dan blog saat ini sangat efektif untuk menjaring segmen pengguna internet aktif yang umumnya berasal dari kalangan generasi muda yang “melek” IT.

Selain itu daya jangkau promosi secara online, menurut Esthy, jauh lebih luas ketimbang promosi wisata secara konvensional.

Menurut dia, promosi wisata secara online memiliki efek yang kuat dan dapat menjadi jawaban yang tepat untuk persoalan terbatasnya anggaran.

Selain itu, pihaknya juga mengundang para pelaku industri pariwisata untuk mempromosikan websitenya yang berisi paket-paket wisata domestik melalui www.indonesia.biz. (ant)

KOMENTAR