Aceh Utara — Puluhan kawanan gajah liar di pedalaman Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, mengamuk. Mereka kembali turun dan merusak kebun masyarakat setempat. Diperkirakan hewan berbadan besar itu berjumlah 23 ekor dan sering berkeliaran di Leubok Tilam.

Informasi yang diterima Rakyat Aceh (Grup JPNN), kemarin, ada sekitar ratusan hektar areal tanaman milik petani dirusak gajah liar tersebut. Seperti kelapa sawit, pinang, kakao dan sejumlah tanaman muda lainnya. Kondisi itu membuat para petani yang berdomisili di pedalaman Aceh Utara itu, mengalami kerugian puluhan jutaan rupiah.

“Petani disana sering berjumpa dengan gajah atau Po Meurah yang turun ke aral kebun masyarakat petani. Selama ini kami sudah banyak menerima keluhan dari masyarakat,”ungkap Erwin Sekretaris Komunitas Komunikasi Informasi Rakyat (K2IR) Aceh, kepada Rakyat Aceh, kemarin (24/6).

Kata dia, persoalan gajah liar di Kabupaten Aceh Utara, yang dikenal dulunya sebagai daerah penghasil minyak dan gas (Migas) di Indonesia, sepertinya terabaikan dari kepedulian Pemkab Aceh Utara. Padahal, gajah liar turun ke lahan perkebunan masyarakat sudah sering terjadi pada setiap bulan atau tahun. Bahkan, dulunya di kawasan Gampong Abong-Abong, Kecamatan Cot Girek, pernah ada warga meninggal dunia pasca di injak-injak oleh kawanan gajah.

Untuk itu dia meminta kepada Bupati Aceh Utara, dan Gubernur Aceh terpilih agar dapat memikirkan persoalan gajah liar yang menganggu perkebunan masyarakat. Walaupun, penyebab utama gajah liar turun gampong, karena habitatnya sudah dirusak atau terjadinya ilegal logging. (jpnn.com)

KOMENTAR