Banda Aceh — Asap tebal yang menyelimuti sebagian wilayah Aceh Barat, Aceh, akibat terbakarnya kawasan hutan dan lahan gambut beberapa hari terakhir sebagai dampak kemarau panjang, kini mulai mengganggu pernafasan warga setempat, khususnya malam hari.

Rahmad, warga Gampong Suak Timah, Kecamatan Sama Tiga, di Meulaboh, Selasa mengatakan, asap akibat terbakarnya puluhan hektare lahan gambut itu pada malam hari membentuk gumpalan kabut putih menyebar, sehingga mengganggu saluran pernafasan.

“Saat menghirup udara rongga hidung terasa panas dan terasa sesak dalam dada, karena tidak ada udara sudah menjadi gumpalan kabut asap. Biasanya kawasan kami kalau malam dingin,” katanya.

Dikatakan, warga yang berada di kawasan pedalaman setempat tidak ke luar rumah, sebab kabut asap selain mengganggu pernafasan juga menyulitkan penglihatan hanya bisa melihat jarak sekitar satu meter orang dihadapan.

Sejak Senin (25/6) siang, pantauan di sejumlah kawasan, gumpalan asap sempat berwarna merah jingga menyelimuti wilayah Aceh Barat, akibat kebakaran lahan gambut dalam beberapa hari ini.

Sementara itu, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Meulaboh Abdul Furqan membenarkan hal itu, sebab tim relawan gabungan melakukan patroli ke kawasan yang disampaikan tersebut pada Senin (25/6) dini hari.

Karena itu, relawan Aceh Barat tergabung dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PMI, serta Dinas Kesehatan membagikan sebanyak 1.500 masker kepada warga di seputaran kota Meulaboh.

“Kajadian tersebut memang ada karena tadi malam kami melakukan patroli memantau kawasan lahan gambut yang terbakar. Kami temukan tiga titik yang asapnya menjadi gumpalan kabut menutupi pemukiman warga,” katanya.

Ia menjelaskan, relawan berinisiatif membagikan masker kepada pengguna jalan di Meulaboh, sebab kawasan perkotaan merupakan sasaran gumpalan kabut asap diterbangkan angin saat malam tiba bahkan seorang warga bernama Asmira warga Johan Pahlawan terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gangguan pernafasan.

“Dia memang mengidap penyakit asma, namun karena faktor udara tadi malam asmanya kambuh dan saya yang menggantarkan ia ke rumah sakit, sambil jalan kabut asap harus ditepis pakek tangan,” kata Arif Fahmi, seorang warga.

Sementara itu, Kepala pelaksana BPBD Aceh Barat Teuku Ahmad Dadek menjelaskan, kawasan terbakarnya hutan gambut itu berada di Kecamatan Johan Pahlawan dan Sama Tiga berjarak sekitar delapan kilometer dari Kota Meulaboh.

“Kebakaran ini sudah mulai mendekati ujung Desa Leuhan dan Lapang, kawasan perkebunan kelapa sawit. Kami dari tim pemadam hanya mampu memadamkan api di kawasan yang dekat dengan badan jalan,” sebut Dadek.

Dikatakan, relawan akan terus memberikan imbauan agar warga tidak membakar hutan dan memintakan pihak polisi kehutanan dapat proaktif melakukan upaya pencegahan. (ant)

KOMENTAR